Social Icons

Pages

Sabtu, 08 April 2017

Testimoni Perkuliahan Psikologi Pendidikan

    Selamaaaat Pagiii, di minggu pagi yang cerah ini saya akan membagikan testiimoni saya selama mengikuti mata kuliah psikologi pendikan yang merupakan matakuliah wajib di semester kedua saya di Fakultas Psikologi USU. Mata kuliah ini cukup menarik di matakuliah ini hampir sama dengan pelajaran bimbingan konseling yang di pelajari teman saya yang ada di unimed sehingga kami sering betukar pikiran dari materi yang di bahas pada mata kuliah ini. 
   Dosen-dosen pengampu di mata kuliah ini juga sangat menyenangkan dalam memberi pengajaran pada saat kuliah berlangsung. Sejauh yang mengajar di kelas saya tepatny kelas C ada Ibu Filia dina anggaraeni, Ibu Lita hadiani, Ibu Fasti rola dan Ibu Sri supriyantini. Tugas-tugas yang di berikan dosen juga tidak terlalu sulit seperti membuat resume dari tiap-tiap topik yang di pelajari lalu mempostingnya ke blog pribadi juga terkadang kami di buat dalam kelompok-kelompok lalu membahas satu topik dalam waktu 5-10 menit dan langsung mempresentasikannya di waktu itu juga mungkin ini sedikit membuat beberapa mahasiswa pun termasuk saya agak bedebar tetapi dari sini kami dapat belajar untuk dapat mengatasi masalah dengan cepat dan tanggap, dan dari sini juga kami dapat belajar untuk menjadi seorang yang berani dalam artian mau mengeluarkan pendapat. Dan tugas yang lain juga ada tugas observasi ke sekolah-sekolah ini juga sangat menarik dimana sebagai mahasiswa kami juga diharapkan mampu bersosial atau berkomunikasi dengan orang baru dan dapat menerapkan ilmu yang sudah kami pelajari selama ini. 
  Saya rasa ini yang dapat saya sampaikan selama mengikuti mata kuliah tersebut. Dan tetap semangat ini masih UTS perkuliah akan tetap berlanjut lagii. Fightiiiiing!!! 

Rabu, 05 April 2017

TUGAS BLOG 4 : PENDIDIKAN MULTIKULTURAL



PENDIDIKAN MULTIKULTURAL

·         KULTUR DAN ETNIS

Kultur

·                      Kultur adalah pola perilaku, keyakinan, dan semua produk lain dari kelompok orang tertentu yang diwariskan dari satu generasi ke generasi selanjutnya.
·                     Studi lintas – kultural : studi yang membandingkan apa yang terjadi dalam satu kultur dengan apa yang terjadi di dalam satu atau beberapa kultur lain; menyediakan informasi tentang seberapa jauh orang itu sama dan sebebrapa jauh perilaku tertentu adalah perilaku khusus dari suatu kultur.
·                     Individualisme : adalah seperangkat nilai yang mengutamakan tujuan personal di atas tujuan kelompok. Nilai – nilai individualis mencakup perasaan senang, keunikan personal, dan independensi atau kemandirian.
·                     Kolektivisme : seperangkat nilai yang mendukung kelompok. Tujuan personal digunakan untuk menjaga integritas kelompok, interdependensi anggota kelompok dan keharmonisan hubungan.

Status Sosioekonomi

Status sosioekonomi (socioeconomic status – SES) adalah kelompok orang berdasarkan karekteristik ekonomi,indivual, dan pekerjaanya
·                      Tingkat kemiskinan di amerika
·                     Mendidik anak berlatar belakang SES Rendah.

Etnis

           Kata ethnic berasal dari kata yunani yang berarti “bangsa”. Etnisitas (etnicity) adalah pola umum karekteristik seperti warisan kultural, nasionalitas, ras, agama, dan bahasa. Setiap orang adalah anggota dari satu atau lebih kelompok etnis. Relasi antar – orang yang berbeda etnis, bukan hanya di amerika tapi di seluruh dunia, sering kali dipenuhi dengan bias dan konflik.
·                     Etnisitas dan sekolah.
·                     Prasangka, Diskriminasi, dan Bias
               Prasangka adalah sikap negatif yang tak adil terhadap orang lain karena keanggotan individu itu dalam satu kelompok. Kelompok yang menjadi sasaran prasangka mungkin didefinisan berdasarkan etnis,jenis kelamin, atau perbedaan lain yang terlihat.fokus kita di sini adalah prasangka terhadap kelompok etnis kulit berwarna.
·                     Diversitas dan perbedaan : Pengalaman historis, ekonomi dan sosial telah melahirkan prasangka dan perbedaan antar kelompok etnis

Isu Bahasa
·                      Pendidikan Bilingual : bertujuan untuk mengajar mata pelajaran kepada anak imigran dengan menggunakan bahasa asal mereka ( kebanyakan spayol) sembari secara bertahap memberikan pengajaran dengan bahasa inggris. Kebanyakan program bilingual adalah program transisional yang di kembangkan untuk membantu murid sampai mereka bisa memahami bahasa inggris secara cukup sehingga bisa belajar kelas reguler.
Konsiderasi Bahasa kedua lainya.

·         PENDIDIKAN MULTIKULTURAL

Pendidikan multikultural adalah pendidikan yang menghargai perbedaan dan mewadahi beragam persfektif  dari berbagai kelompok kulturan. Para pendukungnya percaya bahwa anak – anak kulit berwarna harus di berdayakan dan pendidikan multikultural akan bermanfaat bagi semua murid. Tujuan penting dari pendidikan multikultural adalah pemerataan kesempatan bagi semua murid. Ini termasuk mempersempit gap dalam prestasi akademik antara murid kelompok utama dengan kelompok miyoritas. 

·                     Memberdayakan Murid
          Pemberdayaan (empowerment) berarti memberi orang kemampuan intelektual dan keterampilan memecahkan masalah agar berhasil dan menciptakan dunia yang lbh adil.
·                     Pengajaran Yang Relevan Secara Kultural.
         Pengajaran yang relevan secara kutural adalah aspek penting dari pendidikan multikultural. Pengajaran ini dimaksudkan untuk menjalin hubungan dengan latar belakang kultural dari pelajar.
·                      Pendidikan yang Berpusat Pada Isu
            Pendidikan yang berpusat pada isu juga merupakan aspek penting dari pendidikan multikultural. Dalam pendekatan ini, murid diajari secara sistematis untuk mengkaji isu – isu yang berkaitan dengan kesetaraan dan keadilan sosial.
·                     Meningkatkan hubungan di antara anak dari kelompok etnis yang berbeda – beda.
Ada sejumlah strategi dan program untuk menngkatkan hubungan antar anak dari kelompk etnis yang berbeda – beda. Pertama , tama kita aan mendiskusikan salah satu strategi yang paling kuat. Kelas jigsaw adalah kelas dimana murid dari berbagai latar belakang kultural yang berbeda diminta bekerjasama untuk mengerjakan beberapa bagian yang berbeda dari suatu tugas untuk meraih tujuan yang sama.
^ Kontak personal dengan orang lain dari latar belakang kultural yang berbeda
^ Pengambilan persfektif
^Pemikiran Kritis dan intelegensi emosional
^Mengurangi bias
^Meningkatkan toleransi
^Sekolah dan komunitas sebagai satu tim.

GENDER
           Gender adalah dimensi sosiokultural dan psikologis dari pria dan wanita. Istilah gender dibedakan dari istilah jenis kelamin (seks). Seks berhubungan dengan dimensi biologis pria dan wanita. Peran gender (gender role) adalah ekspektasi sosial yang merumuskan bagaimana pria dan wanita seharusnya berfikir, merasa dan berbuat.

Pandangan Terhadap Perkembangan Gender
Peran gender merupakan ekspektasi sosial yang merumuskan bagaimana pria dan wanita harus berfikir, merasa dan berbuat
1.                   Pandangan Biologis
             Pasangan kromosom ke-23 dalam diri manusia (kromosom jenis kelamin) merupakan  penentu apakah fetus (janin)itu akan menjadi wanita XX atau kah pria XY.Tidak ada yang menyangkal adanya perbedaan genetik, biokimia, dan natomi antar jenis kelamin. 

2.  Pandangan Sosialisasi 
·                     Teori Psikoanalitik Gender
              Teori yang berasal pandangan sigmund frued bahwa anak – anak prasekolah mengembangkan ketertarikan seksual terhadap orang tuanya yang berbeda jenis kelamin dengan dirinya.kemudian, sekitar umur lima tahun atau enam tahun, anak mengurangi perasaan ini karena merasa gelisa. Selanjutnya, anak mengindentifikasi dirinya dengan orang tuanya yang berjenis kelamin yang sama dengan dirinya, dan secara tak sadar mengadopsi karekter orang tua yang sama jenis kelaminya dengan dirinya.

·                      Teori Kognitif Sosial Gender
         Teori yang menekankan bahwa perkembangan genderanak terjadi melalui pengamatan dan peniruan perilaku gender dan melalui penguatan dan dan hukuman terhdap perilaku gender.

3.   Pandangan Kognitif
·                      Teori Perkembangan kognitif gender
        Teori kohlberg yang menyatakan bahwa anak mengadopsi suatu gender setelah mereka mengembangkan konsep gender.
  Teori skema gender
          Teori bahwa perhatian dan perilaku individu di tuntun oleh motivasi internal untuk menyusaikan diri dengan standar sosiokultural berbaris gender dan stereotip gender.
     
 Stereotip, Kesamaan, dan perbedaan Gender
·         Srereotip gender adalah kategori luas yang merefleksikan kesan dan kenyakinan tentang apa perilaku yang tepat untuk pria dan wanita
·         Penampilan fisik.karena pendidikan jasmani adalah bagian integral dari sistem pendidikan di amerika, maka penting untuk membahas persamaan dan perbedaan dalam penampilan fisik.(Eisenberg, Martin & fabes , 1996)
·         Keahlian matematika dan sains. Ada temuan yang beragam dalam penelitian soal kemampuan matematika. Dalam beberapa analisis, anak lelaki lebih bagus dalam matematika dan ini telah lama menjadi perhatian. ( eisenberg, martin & fabes, 1996)
·         Kemampuan Verbal. Sebuah ulasan terhadap perbedaan dan persamaan gender yang di lakukan pada era 1970 an menunjukan bahwa anak perempuan punya kemampuan verbal yang lebih baik dibanding ank lelaki.(maccoby & jacklin 1974)
·         Pencapaian pendidikan.Lelaki lebih besar kemungkinan drop out dari sekolah ketimbang wanita,meskipun perbedaanya kecil.
·         Keahlian hubungan.
-         Rapport talk adalah bahasa percakapan dan cara menjalin hubungan dan menegosiasikan hubungan.
-         Report talk adlah pembicaraan yang memberikan informasi lebih merupakan karekteristik pria ketimbang wanita.
·         Agresi dan regulasi diri
·         Kontroversi gender
Klafikasi Peran Gender
·         Androgini dan pendidikan. Androgini merupakan kehadiran karekteristik meskulin dan feminin yang di inginkan dala diri seorang.
·         Transendensi perangender. Merupakan pandangan bahwa kompetensi orang seharusnya dikonseptualisasikan dalam term orang sebagai pribadi manusia (person)bukan dalam term maskulinitas, feminitas atau androgini.
·         Kultur.arti penting dari konteks gender tampak jelas ketika kita mengkaji perilaku yang dirumuskan secara kultural secara wanita  dan  pria dalam negara yang berbeda di seluruh dunia.
Menghilangkan Bias Gender
·         Interaksi guru murid
·         Isi kurikulum dan isi mata pelajaran olahraga
·         Pelecehan seksual
-         Quid pro quo sexual harassment. Ancaman dari karyawan sekolah untuk membuat keputusan pendidikan.(seperti pemberian nilai) berdasrkan kesedian murid untuk menerima tindakan seksual yang tiak di inginkan.

-       Hostile environment sexual harassment. Murid dikenai tindakan seksual yang tidak di inginkanya, dimana pelecehan seksual itu sangat parah, terus menerus  atau berkelanjutan sehingga tindakan itu menghambat kemampuan murid untuk mendpatkan manfaat dari pendidikanya.

OKAY SEKIAN DULU POSTINGANKU BUAT MALAM INI YA GUYS....

TUGAS 3 BLOG : Psikologi dan Tahap Perkembangan Pendidikan

langsung aja yang ketiga ini bakal bahas tentang Psikologi dan Tahap Perkembangan Pendidikan



PSIKOLOGI DAN TAHAP PERKEMBANGAN PENDIDIKAN

·         Proses dan Periode
        Pola perkembangan anak adalah pola yang kompleks karena merupakan hasil dari beberapa proses : proses biologis, kognitif dan sosialemosional. Perkembangan juga bias dideskripikan berdasarkan periodenya.

a.       Proses Biologis
          Adalah perubahn dalam tubuh anak. Proses biologis melandasi perkembangan otak, berat dan tinggi badan, perubahan dalam kemampuan bergerak dan perubahan hormonal dimasa puber.

b.      Proses Kognitif
          Perubahan dalam pemikiran, kecerdasan dan bahasa anak. Proses perkembangan kognitif memampukan ank untk mengingat puisi, membayangkan bagaimana cara memecahkan soal matematika, menyusun strategi kreatif  atau menghubungkan kalimat menjadi pembicaraan yang bermakna.

c.       Proses Sosioemosional
          Adalah perubahan dalam hubungan anak dengn orang lain, perubahan dalam emosi dan perubahan dalam kepribadian . pengsuhan ank, perkelahian ank, perkembangan ketegasan ank perempuan, dan perasaan gembira reaja saat mendapatkan nilai yang baik semuanya itu mnerminkan proses perkembangan sosioemosional.

-          Periode Perkembangan
Dalam system klasifikasi yang paling bnyak dipakai, periode perkembangan meliputi periode:
a.       Infancy (Bayi) adalah periode dari kelahiran sampai usia dua puluh empat bulan. Ini adalah masa ketika anak sangat bergantung pada orang tuanya.
b.      Early  Childhood (kadang dnamakan usia “prasekolah”) adalah periode dari akhir masa bayi sampai umur lima atau enam tahun. Selama periode ini anak menjadi mandiri dan mulai siap tuk bersekolah .
c.       Middle dan late childhood (terkadang disebut masa sekolah dasar) adlah dimulai dari usia enam sampai sebelas tahun. Anak mulai menguasai keahlian membaca, menulis dan berhitung.
d.      Adolescence (Remaja) adalah transisi dari masa anak – anak ke usi dewasa. Periode ini dimulai sekitar usia sepuluh atau duabelas tahun , remaja mulai mengalami perubahan fisik yang cepat.

·         PERKEMBANGAN KOGNITIF
-          Otak
Jumlah dan ukuran saraf otak terus bertambah setidaknya sampai usia remaja. Myelination dalam daerah otak yang berhubungan dengan koordinasi mata – tngan belum lengkap sampai usia empat tahun. Myelination dalam area otak yang paling penting dalam memfokuskan perhatian belum lengkap sampai akhir usia sekolah dasar.Synapse adalah gap (jarak) tipis antar neuron tempat terbentuknya koneksi antar neuron

-          Lateralisasi (Lateralzation)
Cerebral cortex (Lapisan luar atau kulit otak tingkat tertinggi dari otak) terdiri dari dua belahan atau hemisphere. Lateralissi adalah spesialisasi fungsi dalam satu bagian otak atau satu bagian lainya. Dala indivudu dengan otak yang utuh, ada spesialisasi fungsi di beberapa area yaitu : pemprosesan verbal dan pemprosesan nonverbal.

-          Otak dan Pendidikan anak
Ada banyak klaim tentang bagaimana pendidikan anak harus didasarkan pada kemampuan otak. Beberapa jurnalis menegaskan bahwa pendidikan harus menengok pada ilmu saraf untuk menjawab pertanyaan untuk bagaimana cara terbaik mengajar anak berdasarkan pertumbuhan dan perkembangan otak.

·         Teori Piaget
Dalam memahami dunia mereka secara aktif, anak – anak menggunakan skema (keragka kognitif dan kerangka referensi). Sebuah skema adalah konses atau kerangka yang eksis di dalam pikiran individu yang dipakai untuk mengorgansasikan dan menginterrentasikan informasi. Minat piaget terhadap skema dipokuskan pada bagaimana anak mengorganisasikan dan memahami pengalaman mereka.
         Piaget mengatakan bahwa ada dua proses yng bertanggung jwab atas cara anak menggunakan dan mengadaptasi skema mereka: asimilasi dan akomodasi. Asimilasi adalah terjadi ketika seorang anak memasukan pengetahuan baru kedalam pengetahuan yang sudah ada. Yakni,dalam asimilasi anak mengasimilasikan lingkungan kedalam suatu skema. Akomodasi adlah terjadi ketika anak menyusaikan dari pada informasi baru. Yakni, anak menyusaikan skema mereka dengan lingkunganya.
         Piaget  juga mengatakan bahwa untuk memahami dunianya, anak – anak secara kognitif mengorganisasikan pengalaman mereka. Organisasi adalah piaget yang berarti usaha mengelompokan perilaku yang terpisah – pisah ke dalm urutan yang lebih teratur, ke dalam system fungsi kognitif.
         Ekuilibrasi adalh suatu mekanisme yang dikemukakan piaget untuk menjelaskan bagaimana anak bergerak dari satu tahap pemikiran ketahap pemikiran selanjutnya. Pergesera ini terjadi pada saat anak mengalami konflik kognitif atau disekuilibrium dalam usahanya untuk memahami dunianya. Pada akhirnya anak memecahkan konflik itu dan mendapatkan keseimbangan pemkiran.

Tahap tahap piagetian
a.       Tahap sensorimotor (dari kelahiran sampai usi 2 tahun) : bayi membangun pemahaman dunia dengan mengoordinasikan pengalaman indrawi dan tindakan fisik. Bayi melangka maju dari tindakan instingtual dan refleksif saat baru saja lahir dari pemikirn simbolis menjelang akhir tahap ini.
b.      Tahap Pra-Operasional (usia 2 samai 7 ) : anak mulai merepresentasikan dunia dengan kata dan gambar . kata dan gambar ini merefleksikan peningkatan pemikiran simbolis dan melampoi koneksi informasi indrawi dan tindakan fisik.
c.       Tahap Operasional Kongkret ( 7-11 tahun) : anak kini bias menalar secara logis tentang kejadian – kejadian kongkret dan mampu mengklasifikasi objek kedalam kelompok yang berbeda – beda.
d.      Tahap Operasional Formal( 11- sampai dewasa) : remja berfikir lebih abstrak , idealistis dan logis.

·         Teori Vygotsky
Ada 3 asumsi dalam klaim dalam inti pandangan vygotsky :
1.      Keahlian kognitif anak dapat dipahami apabila dianalisis dan diinterpresentasikan secara developmental
2.      Kemampuan kognitif dimediasi dengan kata, bahasa dan bentuk diskursus, yang berfungsi sebagai alat psiologis untuk membantu dan mentransformasi aktivitas mental.
3.      Kemampuan kognitif berasal dari relasi social dan dipengaruhi oleh latar belakang sosiokultural.
         Zone of proximal development (ZPD) : adalah istilah vygotsky untuk serangkaian tugas yang terlalu sulit dikuasai anak secara sendirian tetapi dapat dipelajari dengan bantuan dari orang dewasa atau anak yang lebih mampu. Jadi, batas bawah dari ZPD adalah tingkat problem yang dapat dipecahkan oleh anak seorang diri.
         Scaffolding erat kaitanya dengan zone of proximal development adalah scaffolding, sebuah teknik untuk mengubah level dukungan. Selama seksi pengajaran, orang yang lebih ahli (guru atau murid yang lebih mampu ) menyusaikan jumlah bimbinganya dengan level kinerja murid yang telah dicapai.
·         Perkembangan Bahasa
Bahasa adalah bentuk komunikasi, entah itu lisan, tertulis atau tanda, yang didasarkan pada sistem simbol. Semua bahasa manusia adalah generatif (diciptakan)
Fonologi : adalah sistem suara bahasa. Aturan fonologi mengizinkan beberapa sekuensi suara.
Morfologi : Adalah aturan untuk mengombinasikan morfem, yang merupakan rangkaian suara yang merupakan bahasa satuan terkecil.
Sintaksis : cara kata dikombinasikan untuk membentuk frasa dan kalimat yang bisa di terima.Semantik : adalah makna dari kata atau kalima
Pragmatis : adalah penggunaan percakapan yang tepat.
·         Teori Ekologi Bronfenbrenner
Lima sistem linkungan : Teori ekologi bronfenbrenner terdiri dari lima sistem lingkungan yang merentang dari interaksi interpersonal sampai ke pengaruh kultur yang lebih luas.bronfenbrenner menyebut sistem – sistem itu sebagai mikrosistem, mesosistem, eksosistem, makrosistem, dan kronosistem.
-          Mikrosistem : setting dimana individu menghabiskan banyak waktu.
-          Mesosistem : adalah kaitan antara mikrosistem
-          Ekosistem : terjadi ketika pengalaman di setting lain (dimana murid tidak berperan aktif) memengaruhi pengalaman murid dan guru dalam konteks mereka sendiri.
-          Makrosistem : adalah kultur yang lebih luas. Kultur adalah istilah luas yang mencakup peran etnis dan faktor sosioekonomi dalam perkembangan anak.
-          Kronosistem : adalah kondisi sosiohistoris dari perkembangan anak.

·         Baumrind mengatakan bahwa ada empat bentuk gaya pengasuhan atau parenting.
-          Authoritarian Parenting : adalh gaya asuh yng bersifat membatasi dan menghukum. Gaya asuh yang membatasi (restrictive) dan menghukum (punitive) dimana ada sedikit percakapan antara orang tua dan murid , menghasilkan anak yang tidak kompeten secara sosial.
-          Authoritative Parenting : gaya asuh positf yang mendorong anak untuk independen tapi masih membatasi dan mengontrol tindakan mereka, percakapan ekstensif diizinkan menghasilkan anak kompeten secara sosial.
-          Neglectful Parenting : gaya asuh dimana orang tua tidak peduli atau orang tua hanya meluangkan sedikit waktu dengan anak – anak nya, hasilnya adalah anak yang tidak kompeten secara sosial.
-          Indulgent Parenting : gaya asuh dimna orang tua terlibat aktif tetapi hanya sedikit memberi batasan atau kekangan pada peril

 
Blogger Templates